HATI-HATI CACAR AIR! [DOWNLOAD]



DOWNLOAD VERSI PDF.

Cacar air?? Hiiiiii… mendengarnya saja saya takut , kalau Anda?

Saya takut dengan cacar air karena saya tahu kalau cacar air itu adalah penyakit menular. Penyakit yang dibawa oleh virus herpes varicella-zoster (VZ) ini dapat menyerang siapa saja entah itu kulit hitam, kulit putih, anak-anak sampai orang dewasa dapat terkena cacar air.

Pada umumnya penyakit ini terjadi pada anak antara 2-8 tahun, namun jangan Anda kira yang telah dewasa bisa aman dari virus ini, ternyata cukup banyak juga remaja atau bahkan orang tua yang terkena cacar air, kita simak beberapa informasi  di bawah ini:

Dotty (30), warga Kelurahan Patal Senayan, Jakarta, merasakan bagaimana susahnya terkena penyakit cacar air, beberapa bulan silam, tepatnya Maret lalu. Saat itu ia baru melakukan perjalanan dinas ke Pulau Dewata selama beberapa hari. Begitu menginjakkan kaki di Jakarta, ia menderita demam, kelenjar getah beningnya pun membengkak.

Tak berapa lama, muncul ruam merah pada beberapa bagian tubuhnya. Karena curiga terserang cacar air, ia pun segera memeriksakan diri ke dokter. Dugaannya benar, ia kemudian diberi bedak antigatal dan obat antibiotik untuk mengatasi penyakit itu, serta dianjurkan beristirahat total selama beberapa pekan. \”Enggak nyangka, sudah gede masih kena cacar air. Sebelnya lagi, gak boleh ketemu orang, takut nular,\” tuturnya.

Dalam hitungan hari, bintik merah kecil pada sekujur tubuhnya berubah jadi benjolan berisi cairan. Di sekitar benjolan itu terasa gatal dan seperti terbakar sehingga ia harus berupaya keras tidak menggaruknya. Selain rajin menggunakan bedak dan salep, ia mandi memakai cairan khusus untuk mempercepat pengeringan benjolan.”

“Hal serupa dialami Joice, warga Ciputat, Tangerang. Semula, ia sakit kepala dan demam diikuti munculnya bintik merah pada wajahnya. Karena mengira jerawat, ia pun memencet bintik-bintik merah itu. Bahkan, ia masih sempat bekerja dan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. \”Beberapa teman saya jadi tertular cacar air,\” tuturnya.

Begitu didiagnosa terserang cacar air, ia terpaksa tidak masuk kerja sampai hampir satu bulan dan beristirahat total di rumahnya. Setiap hari ia ditaburi bedak antigatal, diolesi salep, dan tidak boleh terkena angin. Ia juga mandi dengan rendaman air daun sirih untuk mempercepat proses pengeringan.

\”Bosen banget, apalagi gak ada yang berani nengokin karena takut ketularan,\” kata Joice tertawa.

Karena terlambat ke dokter, gelembung kecil berisi cairan menyebar di sekujur tubuh. Benjolan yang telah mengering pun meninggalkan bopeng. Walhasil, ia harus merogoh kocek hingga Rp 2,5 juta untuk perawatan kulit wajah yang bopeng karena bekas kena cacar air. “

Itulah  bukti bahwa cacar air dapat menyerang remaja  dan orang tua bahkan merusak kulit setelah proses penyembuhannya.

Kalau Anda sekarang takut, silahkan baca gejala-gejala, tips untuk mencegah cacar air, perawatan terhadap cacar air hingga pengobatan alternatif menggunakan obat herbal  berikut ini:

Gejala-gejala cacar air adalah:

  • Munculnya ruam-ruam di kulit Cacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4 hari. Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru.
  • Demam, kepala terasa agak sakit dan tidak enak badan
  • Suhu badan meningkat
  • Nafsu makan menghilang
  • Dalam kondisi parah, ruam-ruam dapat muncul di wajah dan anggota gerak, tangan, lengan, kaki dan lain-lain.

Tips untuk mencegah cacar air, antara lain:

  • Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan. Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit.
  • Menghindari sumber penularan penyakit cacar air
  • Imunisasi vaksin cacar air

Perawatan terhadap penderita cacar air:

  • Mengganti baju penderita setiap hari
  • Menaburkan bedak antigatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering.
  • Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain.
  • Mandi dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari.
  • Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru.
  • Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan

Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air:

Pemakaian dalam :

Resep 1 :

30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Resep 2 :

2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Resep 3:

1 sendok teh jintan hitam dihaluskan bersama sebuah labu siam, 5 gram pinang, 3 lembar daun sirih, 1 siung bawang merah, 5 gram bangle, dan sebatang serai. Setelah itu, dicampur air masak dan disaring. Airnya diminum sehari tiga kali sebanyak tiga sendok makan

Pemakaian luar :

Resep 1 :

Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Resep 2 :

Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.

Catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.

Semoga bermanfaat.

Sumber : http://cybermed.cbn.net.id | bsriwidodo.wordpress.com | www.dechacare.com

Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

BACA JUGA :………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………..

More at : REHABILITAS
Kontak Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s