Misteri Kematian Irtyersenu


Pembedahan Irtyersenu

Sekitar 2600 tahun yang lalu, di tepi sungai Nil, seorang nyonya bangsawan terbaring di tempat tidur, terbatuk-batuk, nafasnya mendengking, penyakit menyerang tubuhnya, tanpa belas kasihan, dan menyeretnya ke kematian.

Adegan ini muncul dari penelitian molekular berteknologi tinggi terhadap salah satu mummi terkenal dari Mesir purba. Huruf-huruf hieroglyphik pada tutup peti mati kayu menyatakan mummi itu sebagai Irtyersenu, Lady of the house. Ia hidup pada dinasti ke 26, atau sekitar 600 tahun sebelum Masehi.

Mummi itu dinamai “Dr. Granville’s Mummy”, berasal dari nama seorang dokter spesialis kebidanan, Augustus Bozzi Granville, Inggrism yang pada tahun 1825 melakukan otopsi ilmiah pertama pada mummi.

Investigasinya yang cermat selama enam minggu menunjukan sebuah tubuh wanita yang pernah gemuk, dengan lipatan-lipatan kulit pada perut, tetapi telah terawetkan dengan indah. Sebagian besar organ lunaknya masih utuh dan masih berada ditempatnya, tidak dipindah ke wadah lain seperti mummi lainnya.

Granville memperkirakan bahwa wanita itu pernah mengandung, diketahui melalui penipisan tulang-tulang pinggulnya, dan berusia antara 50 dan 55 tahun ketika ia meninggal.

Yang menarik perhatiannya adalah sebuah pertumbuhan besar di sekitar indung telur kanannya, yang ia gambarkan sebagai “ovarian dropsy,” atau kanker. Ia menyimpulkan bahwa inilah penyebab kematiannya.

Pada tahun 1994, para ilmuwan melaksanakan otopsi kedua. Berlawanan dengan kesimpulan Granville, tumor indung telur itu kemungkinan besar adalah sebuah kista yang tidak mematikan, lapor seorang patolog. Kemungkinan lain dari kematiannya adalah malaria, sebuah diagnosa yang kelak akan dikesampingkan setelah tesnya tidak terbukti.

Tetapi yang menarik, rangka iga mummi ini menunjukan sebauh kondisi yang disebut eksudat pulmoner, dimana cairan terkumpul secara membahayakan di rongga di sekeliling paru-paru.

Para ilmuwan yang dipimpin oleh Helen Donoghue, seorang spesialis penyakit menular di University College London, menggunakan analisa teknologi tinggi untuk menelaah apa yang mungkin telah terjadi.

Dihalangi oleh kesulitan mendapatkan DNA yang utuh, mereka mengambil material dari tulang  dan jaringan lunak serta mengujinya dengan kromatografi  cairan, menganalisa bahan-bahan kimia yang tersisa.

Sisa-sisa bahan kimia ini menunjuk ke petanda biologis dari dinding sel dari Mikobakterium tuberkulosis – penyebab TB. Mereka ditemukan di jaringan paru-paru, pleura, diagfragma dan femur. Lemak, yang terselang-seling dengan otot kerangka, yang telah terlihat pada tahun 1825 dan 1994, konsisten dengan suatu penyakit kronis, terminal seperti TB, dimana pasien mati perlahan-lahan, kata peneliti.

“kami menyimpulkan bahwa ada bukti infeksi turbekulesis aktif pada Nyonya Irtyersenu dan bahwa inilah penyebab utama dari kematiannya, dan bukan kistadenoma jinak di indung telurnya,” lapor mereka pada jurnal bergengsi Procceding B dari Royal Society. Misteripun terpecahkan.

Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

Bookmark and Share

Berita Terkait : ………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………..

More at : BERITA.
Kontak Saya

2 thoughts on “Misteri Kematian Irtyersenu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s