Tips Menghadapi Banjir bandang


“Sedia payung sebelum hujan” mungkin pepatah itu memang benar apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, banjir dimana-mana. Bahkan Ibu kota kitapun tidak luput dari bencana yang satu ini.

Banjir memang sudah menjadi lahapan tahunan bagi warga Jakarta dan sekitarnya, bahkan kemarin saja di sekitar depok telah terjadi banjir bandang (Wuih Ngeri!).

Daerah sayapun (Bandung), adalah daerah langganan banjir apalagi di sekitar Bandung Selatan hujan sedikitpun bisa banjir. Kampung Cieunteung yang termasuk ke Kecamatan Baleendah berada di sekitar muara Cisangkuy dan Citarum ini sudah terkenal di Indonesia dan tidak tertutup kemungkinan di seluruh Dunia karena hampir setiap musim hujan tiba kampung ini terkena banjir dan menjadi berita utama di berbagai media cetak dan elektronik.

Saya sering menyaksikan langsung keadaan di Kampung Cienteung ini ketika banjir tiba, karena secara kebetulan rumah sayapun berada di daerah Bandung Selatan namun Alhamdulillah tidak pernah terkena banjir.

Penduduk Cieunteung memang sudah terbiasa menghadapi banjir ini, rasanya tidak ada ketakutan di muka para penduduk Cieunteung ini , sedangkan saya yang melihat langsung banjir disana merasa ngiris dan kasihan melihat rumah penduduk dipenuhi air.

Akhirnya sayapun bertemu dengan salah seorang penduduk disana dan ingin bertanya langsung bagaimana perasaan mereka ketika banjir ini tiba, sebut saja namanya Wahidin.

Wahidin tinggal di kampung ini semenjak dia lahir 30 tahun yang lalu, artinya dia memang asli penduduk Cieunteung. Bahkan orangtuanya-pun keduanya asli orang Cieunteung .

“Dulu daerah ini tidak pernah banjir,” paparnya “Daerah ini banjir semenjak adanya pabrik plastik di daerah Bandung, sehingga sungai Citarum yang tadinya bersampah organik yang mudah hancur kini dipenuhi dengan sampah plastik yang sangat susah terurai, akhirnya terjadi pendangkalan di dasar sungai dan menjadi penyebab utama banjir.”

Ternyata para penduduk disana mengeluhkan banjir ini karena banyaknya sampah yang tidak mudah terurai. Menurut penelitian, plastik baru akan dapat terurai setelah 3000 tahun, sedangkan sampah plastik yang ada di sungai Citarum ini banyak sekali, bahkan pengerukan pendalaman sungaipun sepertinya sia-sia saja.

Apa mau dikata, para penduduk yang telah ratusan tahun tinggal disana rasanya sayang untuk meninggalkan kampung halaman sehingga akhirnya merekapun bertahan dalam kesusahan.

Teman, ini hanyalah sekilas gambaran banjir yang terjadi di daerah saya di sekitar Bandung selatan, dan banjir dapat terjadi dimana saja dan kapan saja bahkan daerah anda yang belum pernah terkena banjirpun teta harus hati-hati dengan banjir bandang yaitu air bah yang tiba-tiba muncul dari dataran tinggi dan memporak-porandakan perkampungan yang dilewatinya. namun saya punya tips untuk anda yang belum terbiasa menghadapi banjir, ini saya dapat ketika berbincang dengan teman saya yang sudah terbiasa dengan musibah ini.

Ini dia tipsnya:

  • Tinggikan pondasi rumah anda minimal 2 meter, agar ketika terjadi banjir anda tidak langsung terkena langsung dampak banjir. Kecuali banjirnya sedalam 5 meter maka siap-siap aja pake snorkel (alat untuk menyelam) hehe… ngak deng becanda😀
  • Apabila anda punya biaya lebih, buat rumah anda menjadi dua lantai agar ketika banjir yang lebih besar datang, minimal anda masih bisa selamat, lalu bagaimana apabila banjir itu menelan lantai dua rumah anda?, anda masih bisa naik ke genting rumah anda (lantai 3 atau lantai cadangan🙂 ).
  • Simpan surat-surat penting (akta rumah, surat nikah dan surat penting lainnya) dalam peti yang anti air dan simpan di dalam tas yang mudah untuk dijangkau, sehingga ketikaa banjir bandang tiba-tiba datang dan memporak-porandakan tiba, surat-surat penting anda selamat walaupun saya tidak dapat menjamin anda dapat selamat, Just be careful alright!
  • Siapkan peratan yang penting saja dalam satu kantong seperti kotak P3K, surat-surat penting, lampu center, snack, handphone, satu stel pakaian, pisau lipat dan peralatan lainnya yang anda yakin dapat meringankan anda ketika terjadi musibah yang datang tiba-tiba.
  • Belilah karet ban dalam mobil yang telah di isi angin namun lebih bagus lagi karet ban dalam truk/kontainer biar lebih besar dan muat untuk sekeluarga apabila banjir datang. Apabila anda tidak punya modal untuk beli karet ban dalam, saya sarankan anda beli saja jerigen/kompan karena barang yang satu ini terbukti dapat mengambang di atas permukaan air. Tentu saja jerigen/kompannya harus dalam keadaan kosong dan tertutup rapat.
  • Jangan tidur terlalu lelap apabila daerah anda rawan dengan banjir bandang, selalu waspada ketika malam hari karena banjir bandang selalu datang secara tiba-tiba.
  • Jangan panik ketika tiba-tiba banjir bandang menghadang rumah anda, tetap berfikiran positif dan fokus kepada tas anda yang sudah diisi barang-barang penting dan tentu saja keselamatan keluarga anda lebih penting daripada yang lainnya.
  • Bersyukurlah ketika anda selamat walaupun rumah anda hancur sekalipun,  karena Allah masih menyayangi anda dan memberi kesempatan kepada anda dan keluarga untuk beribadah lebih baik lagi.

Itulah beberapa tips yang disampaikan teman saya, namun saya punya tambahan untuk tips ini yaitu:

  • Karena kasus adanya anak yang tertimpa reruntuhan rumah maka saya sarankan buatlah rumah dari kayu seperti nenek moyang kita dahulu, selain tahan gempa rumah kayu juga ternyata tahan banjir, jikalau-pun rumah anda roboh anda masih bisa berpegangan ke kayu rumah anda karena kayu kan mengambang di atas permukaan air.
  • Karena banyak kasus orang meninggal  tersengat listrik ketika banjir datang, maka saya sarankan anda untuk tidak membeli barang elektronik yang berlebihan dan lebih hati-hati dalam penempatan jalur listrik di rumah anda. Dan yang lebih penting lagi anda harus bisa menghapal kabel listrik yang dianggap berbahaya di jalur/gang yang sering anda lewati kalau perlu buatkan gambar/peta, agar ketika terjadi banjir besar anda dapat mengetahui ke arah mana anda harus menyelamatkan diri.
  • Jangan membuat rumah di tempat yang sekiranya rawan banjir, buatlah rumah yang agak jauh dari sungai dan bukan di lereng-lereng gunung. Karena apabila anda membuat rumah dilereng gunung bisa saja anda selamat dari banjir namun anda terancam tertimpa longsor. Mau!?!
  • Dan tips yang paling penting adalah jangan mentang-mentang tempat anda tidak terkena banjir lalu anda membuang sampah sembarangan ke sungai atau ketempat yang buka semestinya. Selain anda telah mendukung banjir anda juga mendukung penyakit merajalela di daerah anda, berapa ribu orang meninggal di dunia karena anda membuang sampah sembarangan?. Jadi buanglah sampah pada tempatnya dan pisahkan antara sampah organik dan non organik. Sampah organik dapat anda gunakan untuk dijadikan pupuk sedangkan sampah non organik dapat anda jual untuk di daur ulang, bermanfaat bukan?

Mudah-mudahan tips dari teman saya dan saya dapat bermanfaat untuk anda.

Jaga kesehatan dan jadilah manusia yang dihargai!

Bookmark and Share

Berita Terkait : ………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………..

More at : TIPS
Kontak Saya

One thought on “Tips Menghadapi Banjir bandang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s