KENAPA NEGARAKU RAWAN GEMPA?


Indonesia, Negaraku yang terkenal dengan nama Nusantara (Kepulauan Antara) karena letaknya diantara Benua Asia dan Austalia, beriklim tropis karena letaknya berada di daerah khatulistiwa. Indah dipandang mata, sejuk, tenang, tentram dan sepertinya tidak ada negara di dunia ini yang letak geografisnya seperti negaraku ini.

Namun sadarkah kita apa yang berada dibawah tanah kita yang tentram ini?, yang lambat laun menggeliat dan memperlihatkan kehebatannya, itulah gempa bumi yang banyak berpotensi tsunami.

Hatiku selalu bertanya, mengapa negaraku ini sering tertimpa gempa? dan rasanya baru sekarang serangan gempa itu datang bertubi-tubi dengan kekuatan yang lebih besar.

Ternyata pertanyaan ini terjawab sudah!, ternyata tanah yang aku cintai dan aku dambakan sepenuh hatiku ini berada di antara patahan-patahan kerak bumi, yang setiap detik bergerak bertubrukan dan suatu hari tubrukan itu akan sangat kencang hingga bergetarlah tanahku ini dan hancurlah tanah kelahiranku.

Kawan, tahukah kalian kalau Indonesia itu berada didalam Lingkaran Api Pasifik atau Cincin Api Pasifik (Ring of Fire)?  yaitu daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Ring of Fire ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah seperti ini disebut juga sebagai sabuk gempa Pasifik.

ring.of.fire
Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5–6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika.

Pantas saja kalau tanahku ini rawan gempa, yang harus kupikirkan saat ini adalah bagaimana upaya penyelamatan diriku dan keluargaku?.

  • Mungkin aku harus berlari kencang ketika berada di dalam gedung, wah! ternyata atap gedung itu runtuh sebelum aku sempat keluar. Maka sang maut menjemputku dikala itu.
  • Mungkin aku harus berada di bawah meja agar kepalaku aman dari benda-benda yang mungkin berjatuhan dari atas, mungkin bisa saja aku selamat dengan begini, namun ternyata para penyelamat belum juga ada yang menyelamatkanku karena aku berada di bawah reruntuhan, satu hari aku optimis untuk bertahan, dua hari aku sudah mulai lemas, dan tiga hari sudah tak ada harapan bagiku, mungkin para penyelamat itu sudah menganggap aku mati dan akhirnya maut jua lah yang menang.
  • -Aku harus berpegangan pada tiang beton yang kuat, Aku selamat..!! namun ternyata ada longsor datang tepat kehadapanku, siapa yang dapat selamat dari longsor yang kecepatannya bisa mencapai 150km/jam? badanku rasanya ditabrak truk yang berisi 100 ton pasir. Maut kembali yang datang kepadaku.

Ternyata tak ada tempat yang bisa menyelamatkanku dari bencana di dunia ini, dan yang dapat menyelamatkanku hanyalah pasrah kepada Tuhanku Allah SWT hanya Dialah yang bisa menyelamatkan Aku dan Keluargaku dari semua bencana yang akan menimpa.

Seandainya Aku atau Kelurgaku dijemput sang maut, aku tancapkan dalam jiwa mereka, ada Tanah yang lebih aman di Alam sana yaitu “Tanah Surgawi”, tak akan ada gempa, tak akan ada angin topan, tak akan ada banjir bandang, tak akan ada longsor , tak akan ada tsunami dan tak akan ada orang-orang yang selalu mencuri tanah kita yang indah ini, tak akan ada orang yang mengunduli hutan kita yang hijau ini, tak akan ada orang-orang yang korupsi, karena Allah telah memasukan mereka ke tanah yang lebih jelek dari tanah Bumi ini yaitu Neraka. Naudzubillah Himindalik!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s