==>>
Anda Membaca...
Herbalist, Rehabilitas

Dunia Tak Selebar Daun ‘Kelor’ [DOWNLOAD]


Sering kali kita mendengar perumpamaan “Dunia tak selebar Daun kelor ” ada yang tahu artinya??

Nah, kalau pepatahnya tahu, pasti tahu dong tahu apa itu Daun kelor ?

Ya, Daun kelor atau pohon kelor (moringa oleivera) yang sering dipakai sebagai perumpamaan oleh orang-orang Indonesia adalah sejenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki ketinggian batang 7 -11 meter, dan sering dipakai sebagai pagar hidup oleh beberpa penduduk di pulau Jawa.

Pohon kelor tidak terlalu besar. Batang kayunya getas (mudah patah) dan cabangnya jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Daunnya berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai.

Lalu, adakah manfaat pohon kelor selain sebagai pagar hidup??

Tentu saja banyak sekali manfaat dari pohon kelor ini, bahkan mulai dari daun, batang , biji, buah hingga ke akar-akarnya, karena setiap mahluk yang di ciptakan Tuhan pasti memiliki manfaat termasuk juga  pohon kelor .

  • Kita mulai dari daun….

Daun kelor sering dipakai oleh penduduk tradisional Jawa sebagai lalapan tak ubahnya seperti daun katuk. Bahkan Daun kelor mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit (rubifasien) sehingga sering digunakan sebagai param yang menghangatkan dan mengobati kelemahan anggota tubuh seperti tangan atau kaki. Jika daun segarnya dilumatkan, lalu dibalurkan ke bagian tubuh yang lemah, maka bisa mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik. Selain itu, Daun kelor berkhasiat sebagai pelancar ASI (galatagog). Oleh karena itu, untuk melancarkan ASI, seorang ibu menyusui dianjurkan makan dan kelor yang disayur.

  • Lalu bijinya…

Biji kelor berkhasiat mengatasi muntah. Biji kelor mampu menumpas bakter-bakteri seperti  Escherichia coli, Streptococcus faecalis dan Salmonella typymurium. Karena itulah di Afrika, Biji kelor sangat bermanfaat untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri tadi. Caranya, yaitu dengan mengendapkan air keruh yang diduga tercemar, kemudian ditaburi serbuk Biji kelor sebanyak 200 mg/liter dan diaduk sampai larut. Kenapa kita nggak coba ya??

  • · Kemudian buah kelor…

Buah kelor diketahui mengandung senyawa alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor ini biasanya disayur asam sebagai sayur yang lezat tentunya.

Akar Kelor….

Di kawasan Arba Minch dan Konso di Negara Afrika, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan, jatuhan air hujan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi. Yang lingkungannya rentan longsor, sebaiknya menanam pohon kelor di sekitar tempat yang rawan dengan longsor.

Lalu adakah ramuan untuk obat herbal dengan bahan dasar pohon kelor ??

Ada dong, silahkan teliti dan praktekan :D

1.       Sakit Kuning. 3-7 gagang Daun kelor , 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Diminum, dan dilakukan secara rutin sampai sembuh.

2.       Reumatik, Nyeri dan Pegal Linu. 2-3 gagang Daun kelor , 1/2 sendok makan kapur sirih. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Dipakai untuk obat gosok (param).

3.       Rabun Ayam. 3 gagang Daun kelor . Daun kelor ditumbuk halus, diseduh dengan 1 gelas air masak dan disaring. Kemudian dicampur dengan madu dan diaduk sampai merata. Diminum sebelum tidur.

4.       Sakit Mata. 3 gagang Daun kelor . Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air dan diaduk sampai merata. Kemudian didiamkan sejenak sampai ampasnya mengendap. Air ramuan tersebut digunakan sebagai obat tetes mata.

5.       Sukar Buang Air Kecil. 1 sendok sari Daun kelor dan sari buah ketimun atau wortel yang telah diparut dalam jumlah yang sama. Bahan-bahan tersebut dicampur dan ditambah dengan 1 gelas air, kemudian disaring. Diminum setiap hari.

6.       Cacingan. 3 gagang Daun kelor , 1 gagang daun cabai, 1-2 batang meniran. Semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum.

7.       Biduren (alergi). 1-3 gagang Daun kelor , 1 siung bawang merah dan adas pulasari secukupnya. Semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore.

8.       Luka bernanah. 3-7 gagang Daun kelor . Daun kelor ditumbuk sampai halus. Ditempelkan pada bagian yang luka sebagai obat luar

9. Beri-beri. Akar kelor, dicampur bersama kulit akar pepaya kemudian digiling-dihancurkan, dibalurkan ke tempat yang terkena beri-beri pagi dan sore.

10.  Kurap.Daun kelor ditambah dengan kapur sirih, di giling/dilumatkan lalu digosokkan ke tempat yang terkena kurap, 3 kali sehari hingga kurapnya hilang.

Semoga bermanfaat ya! :)

Sumber:  cuek | forumbebas.com | kepingemas

Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.


DOWNLOAD VERSI PDF.

BACA JUGA :………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………..

More at : HERBALIST
Kontak Saya

About these ads

About So Chen

Weddingku Magazine of Art Photography Office : Kmp. Mengger RT.02 RW.04 Ds. Rancatungku, Pameungpeuk - Bandung 40376 Phone : 087722539267| Website: www.weddingkumagazine.web.id | Email : weddingkumagazine@yahoo.com | Follow Us on Twitter : @TweetWeddingku

Diskusi

2 thoughts on “Dunia Tak Selebar Daun ‘Kelor’ [DOWNLOAD]

  1. Bagus banget pepatahnya, kira kira arti sebenarnya apa ya, :D

    Posted by ubinkayu | 11 November 2010, 12:07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: